Tampilkan postingan dengan label Otak Bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otak Bayi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2011

Pertanyaan-Pertanyaan Tentang Mengajar Membaca

Sejak usia berapakah bayi bisa belajar membaca?

Sebetulnya bayi belajar banyak hal sejak lahir. Menurut para pakar perkembangan anak, bayi bisa belajar membaca sejak usia 4 atau 6 bulan.
Apakah tidak terlalu berlebihan mengajar bayi membaca sejak usia yang sangat dini? Bukankah dia masih terlalu kecil untuk dibebani dengan pelajaran membaca?
Mengajar bayi membaca dengan metode yang tepat tidak akan membebani bayi karena dilakukan dalam suasana gembira, dan dalam waktu yang
 relatif sangat singkat, hanya beberapa detik saja.
Apakah manfaatnya bila bayi belajar membaca sejak usia dini?
Bila bayi diajar membaca secara konsisten dengan metode yang tepat, dia bisa membaca kata pada usia 1 tahun, membaca kalimat pada usia 2 tahun dan membaca buku pada usia 3 tahun.
Bagaimana kalau anak tidak tertarik dan tidak mau belajar?
Pertama, selidikilah faktor apa yang menimbulkan penolakannya. Carilah waktu yang tepat ketika dia merasa nyaman, dan buatlah suasana belajar yang gembira. Tapi kalau anak tetap menolak, bersikaplah fleksibel. Mungkin frekuensi belajarnya yang dikurangi menjadi 1 kali sehari, atau bisa juga dengan cara menempelkan kata-kata di tempat-tempat yang paling sering dilaluinya.
Apakah mengajar membaca yang tidak sesuai dengan metode dan tidak konsisten seperti dijelaskan di atas akan ada hasilnya?
Ya, anak yang belajar membaca secara kurang teratur masih akan lebih baik kemampuan membacanya kelak dibandingkan dengan anak yang tidak belajar sama sekali.
Kita mulai dari mana?
Kita mulai dari kata-kata yang mudah dan sering di dengar anak kita, semakin banyak kata-kata yang dikenalnya, semakin baik. Misalnya bunda, papi, oma, paman, tante, dede, melisa, kevin, dan sebagainya. KIta bisa mulai dengan 15 kata terlebih dahulu.
Setelah itu , apakah ada kelanjutannya?
Pelajaran sebaiknya berlanjut terus. Setelah terbiasa mengajar, anda akan mengetahui kata-kata apa yang diperlukan. Anda bisa membuatnya di atas kertas karton putih dengan tulisan hitam dua kata, tiga kata, dan selanjutnya kalimat-kalimat pendek. Misalnya sinar matahari, air panas, madi bola, monyet makan pisang, dan sebagainya.
Itulah tadi beberapa pertanyaan sekitar Bagaimana dan apa manfaatnya bila kita mengajari anak kita sedari kecil atau bayi...dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang tidak tertuang disini akan tetapi dari yang sedikit ini semoga ada manfaatnya. Amin.

10 Kualitas Pribadi Yang Disukai Balita Anda

Ketika balita Anda tidak mau bekerjasama,
susah diatur, membangkang, merengek,
memaksakan keinginannya, menjadi
agresif atau pasif, mungkin dia sedang
mengingatkan Anda untuk lebih giat belajar mengenai :
  1. perhatian
  2. pengertian
  3. ketegasan yang lembut
  4. disiplin
  5. tanggungjawab
  6. konsistensi
  7. keteladanan
  8. pengampunan
  9. pengendalian diri
  10. pengorbanan


Jumat, 11 Maret 2011

8 Aktivitas Bantu Perkembangan Otak Bayi



KOMPAS.com — Bayi menghabiskan hampir waktu terjaganya untuk menendang, melompat, atau mengayunkan lengannya. Bagi orang dewasa, aktivitas ini terlihat seperti gerakan biasa saja, padahal hal itu penting untuk menyadari bahwa bayi tak selalu "cuma bergerak" atau "cuma main-main". Setiap tindakan dan gerakan bayi penting untuk perkembangan bayi dalam hal-hal tertentu. Pergerakan tubuh membantu membentuk jalinan sel saraf dan sambungan pada otak ke seluruh tubuh, mulai dari bayi hingga dewasanya. Berikut adalah gerakan-gerakan yang penting untuk bayi:

1. Ayun-ayun bayi saat dipeluk
Saat si bayi menangis, kebanyakan orangtua secara intuitif akan menggendong sambil mengayunkan si bayi untuk menenangkannya. Anda tahu bahwa gerakan ini kemungkinan bisa menenangkan bayi. Namun, tahukah Anda bahwa gerakan ini juga bisa membantu perkembangan sistem vestibular (sistem gerak dan keseimbangan) anak, sekaligus memberinya ketenangan lewat sentuh, sensasi, serta menenangkan anak. Namun, pergerakan dan sensasi ini juga memicu perkembangan awal otak anak dan persiapan pertumbuhan visualnya. Perhatikan ayunannya juga, jangan terlalu kuat karena si anak bisa mual.

2. Berguling
Pergerakan pertama bayi sifatnya refleksif atau tidak disengaja. Berguling adalah gerakan yang diupayakan dan Anda bisa membantu anak berlatih berguling dengan dorongan sedikit. Saat bayi telentang, duduk di dekat kepalanya, sambil menggenggam mainan di atas kepalanya. Saat Anda sudah mendapatkan perhatian si anak, gerakkan perlahan mainan tersebut ke salah satu sisi tubuh si bayi sambil memberinya dorongan untuk menggapai mainan itu. Jika si bayi berguling, berikan mainan itu padanya. Anda bisa ulangi mainan itu di lain waktu.

3. Tumpukkan
Permainan tumpuk, Anda duduk, bayi berbaring di depan Anda, kakinya disampirkan di kedua paha atas Anda, sambil Anda berinteraksi dengannya, mengimitasi gerakan, saling sentuh, dan tepuk tangan ritmis, bisa memberi kesempatan bayi melihat, merasakan sentuh, serta mendengar suara Anda.

4. "Menyeberang"
Bayangkan tubuh bayi memiliki satu garis lurus dari atas tubuh ke bawah, yang membedakan kiri dan kanan bagian tubuhnya. Saat ia berbaring, coba iming-imingi ia benda yang ia sukai, awali dari bagian depan tubuhnya, lalu pelan, arahkan benda itu ke bagian yang berlawanan dengan tangan yang mencoba menggapai, kalau ia mengulurkan kedua tangannya, tahan salah satu tangannya. Dengan begini ia akan melatih saraf-saraf yang berseberangan antara otak kiri dan kanan. Nantinya, saat bayi mulai merangkak, letakkan benda atau mainan berwarna terang di atasnya supaya ia berusaha menggapai. Lakukan permainan ini selama ia menikmati permainan dengan tertawa.

5. Main air

Saat bayi sudah bisa duduk tanpa dibantu, coba letakkan ia duduk di sebuah ember besar berisi air hangat yang tingginya hanya mencapai pahanya. Jangan lepaskan pandangan Anda darinya. Ajak ia untuk bermain dengan air tersebut, bermain percik air akan membantunya melatih koordinasi tangan dan mata, serta melatih perut bagian atasnya.

6. Latihan berdiri
Membuat anak-anak belajar jalan atau berdiri terlalu cepat bukanlah ide yang bagus. Bayi akan mendapati kemampuan ini saat ia sudah merasa cukup mampu, tetapi mereka memang butuh bantuan dan kesempatan. Sebelum si bayi mendapati ia sudah siap untuk belajar berdiri atau berjalan, pastikan ia punya kesempatan untuk mencoba belajar berdiri sambil berpegangan pada benda-benda kokoh, seperti sofa atau meja yang kokoh. Jika Anda melihat ia mencoba berdiri sambil berpegangan dengan benda-benda yang berbahaya dan tidak kokoh, bantulah ia berdiri dan letakkan ia pada lokasi yang lebih aman. Jangan lupa untuk perhatikan dia, begitu Anda bantu ia berdiri, ada kemungkinan ia butuh bantuan untuk duduk kembali.

7. Latihan berjalan
Pada waktunya bayi akan belajar berjalan menggunakan bantuan furnitur. Saat ia berjalan tanpa bantuan, bayi akan menikmati menarik, mendorong, atau membawa obyek tertentu. Tak hanya aktivitas ini memberi latihan motorik anak, tetapi juga membantu pemahaman sebab-akibat pada anak.

8. Bergerak
Bayi perlu bergerak. Sulit untuk memahami apa dan mengapa alasan dari masing-masing gerakan. Namun, gerakan dibutuhkan oleh bayi untuk melatih motorik dan perkembangan otaknya. Berikan waktu, ruang, dan kesempatan untuk bayi bergerak.

NAD

Editor: Nadia Felicia 

Sumber : http://female.kompas.com